Google
Forums

News from the Dark Side of the Moon:
Bali Broadcasting Service


Bali-in-Danger

Waktu di Bali : Wednesday, 20-Aug-2008 15:21
Webmail
Web Hosting Gratis

Posko Darurat Bali

Berita yg berhubungan dgn Bomb Bali


Severe Acute Respiratory Syndrome, SARS atau CVP (Corona Virus Pneumonia)

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Corona Virus Pneumonia (CVP), yaitu kasus suspek (suspect case) yaitu seseorang setelah 1 Februari 2003, menderita sakit ganguan pernapasan, yaitu batuk, napas pendek, dan kesulitan bernafas.

Penyebabnya adalah strain virus baru Coronavirus, keluarga virus yang bersifat menular yang biasanya menyerang saluran pernafasan atas dan menyebabkan common cold.

WHO menyatakan bahwa kontak erat dengan penderita SARS/CVP diperlukan agar virus dapat menular ke orang lain. Kontak dengan percikan cairan tubuh pasien yang keluar pada waktu batuk dan bersin adalah penting. Sebagian besar pasien saat ini adalah petugas kesehatan dan keluarga dekat pasien yang merawat penderita SARS/CVP.

Menurut CDC (Center for Diseases Control and revention) Atlanta, AS, gejala SARS biasanya dimulai dengan demam 100,4 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius. Demam kadang-kadang disertai menggigil, sakit kepala dan perasaan lesu, serta nyeri tubuh. Pada awal penyakit mungkin terjadi gangguan pernafasan ringan. Setelah tiga sampai tujuh hari, penderita mungkin mengalami batuk kering tidak berdahak yang lama kelamaan menimbulkan kekurangan oksigen dalam darah. 10 - 20 % penderita memerlukan nafas bantuan mengunakan alat bantu nafas (ventilator).

CDC melaporkan waktu antara masuknya virus sampai timbul gejala berkisar 2-7 hari. Akan tetapi ada laporan yang menunjukkan waktu inkubasi 3-10 hari.
(Sumber : http://www.depkes.go.id/)



Pedoman pengambilan dan pengiriman spesimen yang berhubungan dengan SARS

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI
7 April 2003

  1. Pendahuluan

    Pada tanggal 15 Maret 2003, WHO memberikan suatu kewaspadaan global akan meluasnya suatu penyakit pneumonia akut atipikal yang bersifat berat, yang diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Sampai dengan tanggal 7 April 2003, dibeberapa kota di Indonesia., terutama di Jakarta, terdapat beberapa kasus yang dapat digolongkan kedalam suspek SARS. Untuk konfirmasi etiologi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, bekerja sama dengan US NAMRU-2, mengirimkan beberapa spesimen untuk diperiksa di laboratorium CDC Atlanta, Amerika Serikat.

    Mengingat sifat menular dari penyakit ini, adanya kemungkinan bertambah banyaknya kasus suspek SARS, dan juga bahwa pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan untuk menentukan manajemen kasus, maka diperlukan adanya pedoman tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pengambilan dan pengiriman spesimen untuk diacu oleh para petugas kesehatan dan laboratorium di Indonesia.

  2. Tujuan

    Pada saat ini tujuan utama pemerikasaan laboratorium terhadap spesimen yang berhubungan dengan SARS adalah untuk mengetahui etiologi penyakit yang menimbulkan gejala-gejala SARS di Indonesia.

    Pemeriksaan laboratorium tidak ditujukan untuk konfirmasi diagnosis pasien dengan gejala-gejala SARS. Karena itu, manajemen kasus suspek maupun probable SARS tidak menunggu dan tidak bergantung dari hasil laboratorium ini.

  3. Penentuan kasus SARS untuk pengambilan spesimen

    Untuk sementara ini spesimen hanya diambil dari kasus-kasus probable SARS (definisi mengacu pada Pedoman Tatalaksana Kasus SARS di Unit Pelayanan, Subdit Surveilans Epidemiologi, Departemen Kesehatan RI, tanggal 5 April 2003) yang dirawat atau meninggal dunia di Rumah Sakit-Rumah Sakit rujukan kasus SARS (sesuai Keputusan Menteri no.424/Menkes/SK/IV/2003, tanggal 3 April 2003), yaitu :

  1. RS Pimgadi/Adam Malik di Medan
  2. RS Otorita Batam
  3. RSUD Tanjung Balai Karimun
  4. RSUD Dumai
  5. RSUD Tembilahan
  6. RSUD Tanjung Pinang
  7. RSPI Sulianti Saroso di Jakarta
  8. RS Persahabatan di Jakarta
  9. RS Muwardi di Solo
  10. RS Dr. Soetomo di Surabaya
  11. RS Sudarso di Pontianak
  12. RSU Tarakan di Tarakan
  13. RSU Balikpapan
  14. RSU DR.Wahidin Sudiro Husodo di Makassar
  15. RSU Malalayang di Manado
  16. RS Sanglah di Denpasar
  1. Pengambilan spesimen

    Pengambilan spesimen dilakukan oleh petugas laboratorium atau petugas lain yang terampil dan berpengalaman. Sesuai dengan kondisi dan situasi setempat, spesimen dapat diambil oleh petugas RS/laboratorium setempat, atau oleh petugas laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

    Pengambilan harus dilakukan dengan memperhatikan universal precaution atau kewaspadaan dini untuk mencegah terjadinya infeksi. Jenis spesimen yang diambil dapat berupa : usap nasopharynx, usap uropharynx, bilasan broncheoalveolar, aspirat tracheal atau pleural, darah (serum atau darah), urin, tinja, dan jaringan. Rincian tentang jenis spesimen dan prosedur pengambilannya dapat dilihat pada Lampiran 1.

    Dianjurkan untuk mengambil/mengirimkan lebih dari satu macam spesimen

  2. Pengiriman spesimen

    Untuk sementara ini, pemerikasaan laboratorium masih akan dilakukan di CDC Atlanta, Amerika Serikat. Pengiriman spesimen dilaksanakan secara kolektif oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, bekerja sama dengan US NAMRU-2 di Jakarta. Untuk bulan Pertama, pengiriman akan dilakukan seminggu atau 2 minggu sekali. Frekuensi pengiriman selanjutnya akan ditentukan kemudian, sesuai dengan perkembangan epidemiologi SARS di Indonesia. Perkembangan teknologi laboratorium global, dan kebijakan Departemen Kesehatan RI.

    Spesimen dari daerah dibawa ke atau dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan alamat sebagai berikut :

    Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
    Jl. Percetakan Negara no. 29
    Jakarta 10560



BaliSOS Telpon +49 (0)176 4822-3136

BaliSOS Group
Koordinator : Made Sambu (Harry Bleckert)
Desain & Layout : Made Kartha, Ida Bagus Anom

Update terakhir : Thursday, 05-Jun-2003 14:33:47 UTC
This page (/sars/depkes.id.html) counted 3 visitors today and 2,173 views since 18.11.2006
278 pages were viewed on BaliSOS.com today and 1,972,593 total pages since 14.10.2002
 Google PageRank for BaliSOS.com/sars/depkes.id.html

Disklaim :
BaliSOS Group tidak bertanggung jawab atas kebenaran dari isi Forum Diskusi.
Kami tidak mempunyai sumber yang cukup untuk penelitian dan konfirmasi tentang kebenaran atas semua yg di beritakan dalam web site ini.
BaliSOS Group tidak bekerja sama dengan International SOS Bali Clinic.

© 2002 - 2006 oleh BaliSOS Group
Bali, Indonesia & Hamburg, Germany